Laman

Artikel Lainnya...

Get your Money

Sabtu, 17 Januari 2026

Jalan pintas cara menginstal dual OS windows dan linux

👉 Link partition wizard disini
👉 Link EaseUS partition manager disini
👉 Link pariwarauang gratis disini
👉 Link gparted live cd disini
👉 Link parted magic disini
👉 Link Rufus disini


contoh dual boot windows & linux menggunkan gparted





















Anggap saja hardisk yang akan di intsall tidak ada data, langsung aja installation windows dan jalanjan booting ikuti perintah dan langkah sesuai alurnya installasi windows
(anggap saja sukses install windows karena installasi windows sangat mudah kawan!)

Pertama kali install aplikasi partisi yang berbasis installasi windows seperti;
Minitool Partition wizard,
EaseUS Partition Master
dll, untuk jalankan di windows.

jika menggunakan yang berbasis linux live CD bisa gunakan; 

ini memerlukan aplikasi untuk membuat CD image to boot USB Flashdisk seperti aplikasi Rufus, Balaetcher

Kita akan membuat partisi dengan cara mere-size partisi windows yang sudah terinstall duluan. Windows biasanya diinstal terlebih dahulu karena bootloader-nya (yang lama) cenderung menimpa bootloader Linux. Namun, dalam sistem UEFI modern dan menggunakan GRUB, kita bisa mengatasinya.


Langkah umum:

Backup data penting. (abaikan bila hadisk baru atau tidak ada data yang penting)

Siapkan instalasi Windows dan Linux  dalam bentuk botable USB Flashdisk 

Instal Windows terlebih dahulu, lalu sisakan ruang kosong untuk Linux 

Instal Linux, dan atur partisi serta bootloader-nya.


Detail:

Siapkan Media Instalasi Unduh ISO Windows dan distribusi Linux (seperti Ubuntu).

Buat USB bootable untuk Windows (dengan alat seperti Rufus) dan untuk Linux (dengan Rufus atau Etcher).

Partisi Disk, Saat menginstal Windows, pilih "Custom" dan kurangi ukuran partisi untuk meninggalkan ruang kosong (minimal 20-30 GB untuk Linux, lebih baik lebih).

Atau, jika sudah terinstal Windows, gunakan Aplikasi partition manager pada Windows untuk mere-size partisi dan membuat partisi linux.

Instal Linux akan tergantung pada disrtibusi Linuxnya biasanya dibedalan dari model indtalasinya, ada yang model CLI dan Model GUI
Boot dari USB Linux.

secara garis besar setelah booting ke linux dan mask ke instalasi app nya akan bertemu dengan pilihan partition editor di ruang kosong yang sudfah dibuat sebelumnya menggunakan aplikasi partition manager, 


contoh instalasi MXlinux doal OS dengan Windows





















Buat partisi untuk Linux:

Partisi Root (/) dengan filesystem ext4 (minimal 20 GB atau lebih jika ingin menginstal banyak aplikasi).

Partisi home (/home) dengan filesystem ext4 (Optional bisa di pisahkan dibikinkan partisi atau bisa juga digabungkan dalam partisi root).

Partisi Swap dengan file sistem swap (opsional, tapi disarankan, ukuran sekitar 2-4 GB atau Setegah dari ukuran RAM).

Untuk sistem UEFI, pastikan ada partisi EFI. Biasanya Windows sudah membuatnya, dan Linux akan menggunakan yang sama. Jangan format partisi EFI (yang biasanya berukuran 100-500 MB dan bertipe FAT32).

Atur bootloader (GRUB) untuk diinstal pada partisi EFI (atau pada disk yang berisi partisi EFI, biasanya /dev/sda). Jika tidak yakin, pilih disk utama (misalnya /dev/sda).

Selesaikan Instalasi
Setelah instalasi Linux selesai, restart dan seharusnya muncul menu GRUB yang memungkinkan memilih antara Windows dan Linux.

Jika Tidak Muncul Menu GRUB, Jika boot langsung ke Windows, mungkin perlu masuk ke BIOS/UEFI dan mengatur urutan boot agar Linux (atau GRUB) menjadi prioritas. Atau, dari Linux yang sudah terinstal, jalankan perintah update-grub (sebagai root) untuk mendeteksi Windows.

Tips
,
Pastikan Windows diinstal dalam mode UEFI (bukan Legacy/CSM) agar konsisten dengan Linux.
Nonaktifkan Fast Boot dan Secure Boot di BIOS/UEFI jika mengalami masalah (meski Secure Boot biasanya bisa diakali).

Selalu periksa dokumentasi resmi dari distribusi Linux yang dipilih.

Semoga berhasil!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

give your comment please...