Laman

Artikel Lainnya...

Get your Money

Tampilkan postingan dengan label Systemd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Systemd. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2026

Perbedaan Runit vs Systemd pada Sistem operasi Linux

👉 Info sistemd wiki disini  

👉 Info runit wiki disini

👉 Link trik jitu mendapatkan dana instant disini










1. Filosofi dan Desain

Systemd: Monolitik, terintegrasi, "do-it-all" - mencakup init system, service manager, logging (journald), login manager, network management, dll.


Runit: Minimalis, Unix philosophy - "do one thing well", hanya init dan service supervision, komponen lain ditangani tool terpisah


2. Arsitektur

Systemd:

Binary utama: /usr/lib/systemd/systemd

Menggunakan target dan unit files (.service, .socket, .timer)

Dependency-based activation

Parallel startup dengan dependency resolution


Runit:

3 komponen terpisah: runit-init, runsvdir, runsv

Berbasis direktori dan script shell sederhana

Phase-based: sysinit → normal → shutdown


3. Service Management

Systemd:
ini
# /etc/systemd/system/service.service
[Unit]
Description=My Service
After=network.target

[Service]
ExecStart=/usr/bin/my-daemon
Restart=always

[Install]
WantedBy=multi-user.target

Runit:

bash

# /etc/sv/my-service/run
#!/bin/sh
exec /usr/bin/my-daemon 2>&1

Cukup script executable sederhana


4. Fitur Utama

Aspek Aspek Runit
Logging Logging Tidak ada, gunakan syslog/svlogd
Socket Activation ✅ Native ❌ Butuh external tool
Timer/Cron ✅ Native (systemd-timer) ❌ Butuh external tool
Dependencies ✅ Complex dependency system ❌ Manual via script
Boot Process Parallel dengan dependencies Sequential fase-based
Ukuran ~1.5MB binary + libraries ~100KB static binary
Konfigurasi INI-style unit files Shell scripts
Hotplug ✅ Native via udev ❌ Minimal



Systemd:

Fitur lengkap terintegrasi

Logging terpusat dengan metadata

Dependency management otomatis

Standard di kebanyakan distro modern

Socket activation untuk on-demand services


Runit:

Sangat cepat dan ringan

Debugging mudah (hanya shell script)

Startup yang predictable

Reliable dan stabil

Tidak ada "flag days" atau breaking changes


6. Kekurangan

Systemd:

Kompleks, "bloated" bagi sebagian orang

Single point of failure

Binary logs (journald) kurang kompatibel

Kritik filosofi Unix


Runit:

Fitur minimal, butuh tool tambahan

Kurang automasi dependency

Tidak standar, kurang dokumentasi

Komunitas lebih kecil


7. Distribusi Linux yang Menggunakan

Systemd:

Debian (sejak Jessie)

Ubuntu (sejak 15.04)

Fedora/RHEL/CentOS

Arch Linux

openSUSE


Runit:

Void Linux (default)

Artix Linux (opsi)

Alpine Linux (opsi openrc/runit)

DevOps minimal containers


8. Contoh Praktis

Restart service:


bash

# Systemd
sudo systemctl restart nginx

# Runit
sudo sv restart nginx


Status service:


bash

# Systemd
sudo systemctl status nginx

# Runit
sudo sv status nginx



9. Konteks Penggunaan

Systemd: Cocok untuk desktop/server modern yang butuh fitur lengkap

Runit: Ideal untuk embedded systems, containers minimal, atau yang ingin filosofi Unix tradisional


Kesimpulan

Perbedaan utama adalah filosofi: systemd adalah "all-in-one" modern, sedangkan runit adalah "do one thing well" ala Unix tradisional. 

Systemd menawarkan integrasi dan fitur lengkap, sementara runit menawarkan kesederhanaan dan kontrol langsung.